Thursday, October 06, 2016

Seleksi Kondisi Dalam Pemograman C++

Seleksi Kondisi

1. Printah If
perintah if berguna untuk memilih satu dari 2 atau lebih alternatif jawaban yang tersedia. Jika perintah if tersebut terdiri dari 2 atau lebih pernyataan.
Bentuk Umum:
if (kondisi)
          { pernyataan }
     Contoh:
If(nilai_beli>10000)
{
discount=(10/100)*nilai_beli;
strcpy(bonus,“Payung”);
}
Arti dari source code disamping adalah jika nilai pembelian lebih dari 10000 maka akan mendapat discount 10%. Selain itu juga akan mendapatkan bonus payung.

2. Printah If  ... Else
     Bentuk Umum:
if(kondisi)
pernyataan1
else
pernyataan2
     Contoh:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int nilai,tugas;
printf(“Masukan Sebuah Nilai: “);scanf(“%d”,&nilai);
printf(“Masukan Nilai Tugas: “); scanf(“%d”,&tugas);
if(nilai>70)
printf(“Lulus \n”);
else
printf(“Tidak Lulus \n”);
getch();
}

3. Peerintah If ...Else Majemuk
Bentuk Umum:
if (kondisi)
{
perintah-1;
...
}
else if
{
perintah-2;
...
}
.
.. Sampai kondisi ke –n
else
{ perintah default ; }
     Contoh:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main( )
{
char gol, jab[10];
long gapok=0;
clrscr( );
cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl
<<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl;
cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ";
cin>>gol;
// proses seleksi kondisi
if(gol=='1')
{ strcpy(jab,"Direktur");
gapok=5000000;
}
else if(gol=='2')
{ strcpy(jab,"Manajer");
gapok=4000000;
}
else
{ cout<<" salah kode golongan“ <<endl; }
// output datanya
cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl;
cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl;
getch ( );
}

4. Perintah If dalm IF
     Perintah if dalam if sering disebut nested-if. Perintah ini mempunyai bentuk umum sebagai berikut:
Bentuk Umum :
If(kondisi1)
{
               if(kondisi2)
               {
               pernyataan1;
               }
               else
               {
               pernyataan2;
               }
}
Else
{
               if(kondisi2)
               {
               pernyataan1;
               }
               else
               {
               pernyataan2;
               }
}
     contoh:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
char kode,ukuran,merk[15];
long harga=0;
clrscr( );
cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode;
cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran;
if (kode=='1')
{
strcpy(merk,"H & R");
if (ukuran=='S' || ukuran =='s')
harga=45000;
else
harga=60000;
}
else if (kode=='2')
{
strcpy(merk," Adidas");
if (ukuran=='S' || ukuran == 's')
harga=65000;
else
harga=75000;
}
else
cout<<”Salah Kode Baju”<<endl;
cout<<"------------------------"<<endl;
cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl;
cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl;
getch();
}

Pengenalan Variabel, Tipe Data dan Perintah Masukan dan Keluaran, Dalam C++

Pengenalan Variabel, Tipe Data dan Perintah Masukan dan Keluaran, Dalam C++

1. Pengenalan Mode Data.
     Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan, diantaranya:

  • Tipe data Char, ukuran memori 1 Byte, jangkauan nilai -128 s.d 127
  • Tipe data Int, ukuran memori 2 Byte, jangkauan nilai -32768 s.d 32767
  • Tipe data Short, ukuran memori 2 Byte, jangkauan nilai -32768 s.d 32767
  • Tipe data Long, ukuran memori 4 Byte, jangkauan nilai -2,147,435,648 s.d 2,147,435,647
  • Tipe data float, ukuran memori 4 Byte, jangkauan nilai 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10+38, jumlah digit 5 – 7
  • Tipe data Double, ukuran memori 4 Byte, jangkauan nilai 1.7 x 10-308 s.d 1.7 x 10+308, jumlah digit 15-16.
  • Tipe data Long Double, ukuran memori 10 Byte, jangkauan nilai 3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932, jumlah digit 19.
Tipe Data Tambahan, yang dimiliki oleh Borland C++, adalah :
Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.
  • Tipe data Unsigned Integer, jumlah memori 2 Byte, jangkauan nilai 0 – 65535.
  • Tipe data Unsigned Character, jumlah 1 Byte, jangkauan nilai 0 – 255.
  • Tipe dara Unsigned Long Integer, jumlah 4 Byte, jangkauan nilai 0 – 4,294,967,295
2. Variabel Dan Konstanta.
     Deklarasi variabel, 
pengertian deklarasi adalah memesan memori dan menentukan jenis data yang dapat disimpan didalamnya.
     Bentuk umum:
Tipe_data [spasi] nama_variabel;
Pada pendeklarasian variabel, daftar variabel dapat berupa sebuah variabel atau beberapa variabel yang dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh:
int jumlah;
float harga_per_satuan, total_harga;
     Pemberian Nilai Ke Variabel.
untuk memberikan nilai ke suatu variabel yang telah dideklarasikan, bentuk pernyataan yang digunakan adalah sebagai beriut:
nama_variabel = nilai;
     Contoh berikut merupakan nilai 50 ke variabel jumlah dan 15,7 ke variabel harga_per_satuan.
Jumlah=50;
harga_per_satuan=15.7;
Total_harga= jumlah * harga_per_satuan;
     Contoh program:
#include <stdio.h>
main()
{
int jumlah;
float harga_per_satuan, harga_total;
Jumlah=50;
Harga_per_satuan=15.7;
harga_total= jumlah * harga_per_satuan;
Printf(“Harga Total= %f \n “, harga_total);
}
     Konstanta
konstanta menyatakan nilai numeris atau karakter yang tetap.
Turbo C++ mendukung empat kelas konstanta:
  • Konstanta Integer
  • Konstanta Floating Point
  • Konstanta String
  • Konstanta Karakter
3. Perintah Input
     perintah ini digunakan untuk memasukan berbagai jenis data kedalam program lewat keyboard dan dapat digunakan fungsi pustaka scanf, getch maupun getche dan cin.
  • Fungsi Pustaka Scanf
Bentuk Umum:
scanf(“string kontrol”, daftar argumen);
String kontrol dapat berupa:
a. Penentu format
b. Karakter spasi putih
c. Karakter bukan spasi putih
     Contoh:
/*---------------------------------------------------------------*/
/*Program: Scanf.cpp */
/*---------------------------------------------------------------*/
#include <stdio.h>
main()
{
int nilai, tugas;
printf(“Masukan sebuah nilai: “); scanf(“%d”,&nilai);
printf(“Masukan nilai tugas: “); scanf(“%d”,&tugas);
}
Keterangan:
Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa untuk memasukan variabel nilai dan variabel tugas ke dalam program menggunakan fungsi pustaka scanf dan semuanya itu di masukan melalui keyboard.
  • Fungsi Pustaka Getch.
Digunakan untuk membaca sebuah karakter tanpa diakhiri enter. Pada getche ini, karakter yang dimasukan akan ditampilkan dilayar.
     Contoh:
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
char kar;
clrscr( );
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getche( );
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch ( );
}
  • Fungsi Pustaka Getche.
Digunakan untuk membaca sebuah karakter tanpa diakhiri enter. Pada getche ini, karakter yang dimasukan akan ditampilkan dilayar.
     Contoh:
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
char kar;
clrscr( );
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getche( );
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch ( );
}
  • Fungsi Pustaka Cin.
Fungsi pustaka cin ini berpasangan fungsi pustaka cout. Dimana fungsinya adalah untuk memasukan nilai variabel ke dalam program melalui keyboard.
     Contoh:
 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main( )
{
int nilai1,nilai2, total;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai 1 : ";
cin>>nilai1;
cout<<"Masukan Nilai 2 : ";
cin>>nilai2;
total=nilai1+nilai2;
cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl;
getch( );
}

4. Perintah Output.
a. Fungsi Pustaka Printf
Digunakan untuk menampilkan hasil yang terformat dengan menggunakan format spesification. Adalah sebagai berikut:

  • Tipe data Integer penentu format untuk printf( ) %d
  • Tipe data floating point penentu format sebagai berikut :
  1. Bentuk desimal penentu format untuk printf( )  %f
  2. Bentuk berpangkat penentu format untuk printf( ) %e
  3. Bentuk  desimal dan berpangkat penentu format untuk printf( ) %g
  • Tipe data Double Precision penentu format untuk printf( ) %lf
  • Tipe data Charakter penentu format untuk printf( ) %c
  • Tipe data Striing penentu format untuk printf( ) %s
  • Tipe data Unsigned Integer penentu format untuk printf( ) %u
  • Tipe dta Long Integer penentu format untuk printf( ) %ld
  • Tipe data Long  Unsigned Integer penentu format untuk printf( ) %lu
  • Tipe data Unsigned Hexadecimal Integer penentu format untuk printf( ) %x
  • Tipe data Unsigned Octal Integer penentu format untuk printf( ) %o

     Contoh:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
char nama =”dita”;
int nilai = 100;
clrscr( );
printf(“hai %s, Kamu mendapatkan Nilai %i” , nama, nilai);
}

Output :
hai dita, Kamu mendapatkan Nilai 100

b. Fungsi Pustaka Puts.
Fungsi ini hanya digunakan untuk menampilkan nilai string dan sudah mengandung line feed/ Pindah baris otomatis.
     Contoh:
/*-------------------------------------------------------------*/
/*Nama Program: puts.cpp */
/*-------------------------------------------------------------*/
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
puts(“RIANI”);
getch( );
}

c. Fungsi Pustaka Putchar
Fungsi ini untuk manampilkan hasil dapat digunakan fungsi pustaka putchar. Fungsi pustaka ini hanya digunakan untuk menampilkan nilai karakter dan tidak mengandung line feed.
     Contoh:
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
putchar(‘b’);
putchar(‘s’);
putchar(‘i’);
getch( );
}

d. Fungsi Pustaka Cout
untuk menampilkan hasil dapat digunakan fungsi pustaka cout. Fungsi pustaka ini bentuknya agak sedikit berbeda dengan bentuk pustaka output lainnya.
Perbedaannya terletak pada:
  • Praprosesor. kalau fungsi pustaka printf, putchar maupun puts preprocesornya menggunakan #include <stdio.h>, sedangkan fungsi pustaka cout preprocesornya menggunakan #include <iostream.h>
  • Ganti Baris, kalau fungsi pustaka printf ganti baris menggunakan \n, sedangkan fungsi pustaka cout ganti baris menggunakan perintah endl